Jumat, 12 April 2013

kadunginfo - Kadungrejo, Banjir yang memutus jalan poros desa Kadungrejo - Kauman selama dua hari yang lalu, pagi tadi (12/04/2013) sudah mulai surut.

Hari ini air sudah mengalir deras ke arah timur dimana pada hari sebelumnya (11/04/2013) air masih mengalir ke arah barat.

Meski sudah surut jalan masih belum bisa di lewati sepeda motor karena ketinggian air masih diatas lutut orang dewasa.

Jasa penyeberangan perahu juga masih terlihat beroperasi mengantarkan para pelajar, pencari gabah, dan juga warga lain.

Diperkirakan jalan bisa dilewati lagi pada sore harinya, namun para pengendara juga harus berhati-hati karena paving yang terkelupas akibat derasnya arus yang mengalir menyebabkan jalan berlubang cukup dalam.

Sementara debit air di sungai Bengawan Solo sendiri sudah mulai surut dari kemarin dan hingga hari ini sudah berada dalam tebing sungai.[mdg]

Kamis, 11 April 2013

kadunginfo - Kadungrejo, Meski debit air di sungai Bengawan Solo berangsur surut, jalan poros yang menghubungkan antara desa Kadungrejo dan Kauman masih terputus hingga sekitar satu kilometer.

Keadaan seperti ini sangat menyulitkan warga yang sehari-harinya melawati jalan ini, seperti para pelajar, pedagang yang mau ke pasar, para pekerja, dan warga lain yang ingin bepergian.

Beruntung ada jasa perahu yang akan mengantarakan mereka sampai di Kauman, namun terlebih dulu harus berjalan melewati arus deras yang ada di dusun Kadung-Karanglo untuk bisa sampai di tempat pengangkutan oleh perahu.

Alternatif lain untuk bisa sampai di tempat tujuan juga tidak kalah sulitnya, mereka harus memutar dengan jarak puluhan kilometer, dan bahkan mereka yang hanya berjalan atau memakai sepeda onthel ada yang nekat menerobos jalan dengan ketinggian air sepinggul orang dewasa itu.

Seperti biasanya, air yang merendam jalan yang ada di tengah persawahan ini akan surut dengan rentang dua sampai tiga hari setelah air di sungai Bengawan Solo surut.[mdg]

Senin, 08 April 2013

kadunginfo - Kadungrejo, Meluapnya sungai Bengawan Solo kembali membuat pusing para petani. Setelah sebelumnya merendam padi yang siap panen, kali ini menenggelamkan tanaman di tegal desa Kadungrejo Baureno Bojonegoro.

Berbagai macam tanaman yang ditanam para petani diantaranya: jagung, terong, cabai, tomat, kacang, dan lain-lain lenyap terendam, hanya jangung saja yang masih terlihat ujung daunnya.

Sebagian petani mengambilnya untuk dipindahkan di tempat yang lebih aman, sebagian lagi hanya pasrah melihat tanamannya yang rata-rata baru berumur satu bulan itu terendam.

"Mau gimana lagi, lha sudah ajalnya kebanjiran, ya dibiarkan saja" ujar salah satu petani, "Kalau sudah surut ya tanam lagi" pungkasnya.

Akibat luapan kali ini kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah per dusun, dengan rataan 200 ribu sampai 2 juta rupiah per orang.[mdg]